Saturday, March 31, 2012

Bersatu di bawah naungan Merah Putih.

Assalamualaikum Wr. Wb
Kalian tau kan minggu ini penuh dengan aksi demo menentang penurunan bbm bersubsidi? (kalo gatau kalian berarti orang egois) Penurunan disebabkan subsidi yang udah melewati batas normal. Sebetulnya ini mungkin karena banyak orang yg kekeuh menggunakan bbm bersubsidi padahal dia orang mampu. Ini akibatnya Rakyat yg gak tertib! Kasian dong yang gak mampu jadi harus kesusahan coba gara-gara orang kaya yang bodoh menggunakan  yg bersubsidi dan bukan hak dia. bisa dibilang kaya make sesuatu yg bukan punyanya gitu. Kejam ya sebetulnya.. Orang kaya mah woles aja kalo harga bbm naik malah bbrp bilang "Beli bbm 1 ltr 6 ribu demo rokok sebungkus 12 ribu ttp beli" Gini ya seharusnya mereka yg ngomong 'begitu' juga mikir kalo rakyat miskin kalo harga bbm naik pasti serba kekurangan dong?emang dikira semua orang miskin itu merokok?ENGGA! Emangnya orang yg ngomong kaya gitu juga mau ngebantu yang miskin?engga kan. Think well,ada gaksih hubungan bbm sama rokok?itu kan Hak dia walaupun sebetulnya rokok lambat laun juga merugikan.
Sekarang beralih ke demo..
Sebagai negara demokratis pastilah ada demo. Demo itu boleh kok karena untuk menyuarakan pikiran rakyat secara besar-besaran TAPI demo itu juga gak harus anarkis kali contoh PERUSAKAN FASILITAS UMUM. pikir deh dikira dengan merusak fasilitas umum bakal spontan meluluh lantahkan para DPR apa?engga! malah dengan merusak fasilitas umum malah nambahin beban negara tau gak! begitu fasilitas umum rusak nanti kalian sendiri kan yang repot?! Emang sih kalo orang emosi itu pikirannya gak panjang..jadi gitu deh ngerusak sana-sini. Kalo nanti kenapa-napa masuk rumah sakit,gimana?Nah itu akibat gak berpikir panjang ini bercermin dari kisah kakak-kakak mahasiswa yg ngebakar mobil polisi yang berujung ke IGD RSCM. Aksi anarkis ini ngerusak citra kakak-kakak sebagai mahasiswa yang jelas lebih dari siswa biasa. Kakak-kakak bukan anak SD-SMP-SMA lagi kan?Masa iya sih harus ngulang pendidikan sebelumnya yang mempelajari kedamaian dan saling menghargai? Kakak-kakak mahasiswa pastilah lebih berpendidikan drpd kita yang masih duduk di bangku sekolah (terutama saya mungkin bangku sekolah menengah pertama,kelas 7) tapi kok anarkis gitu? Ngebakar ban/keranda sebagai simbol kekecewaan juga boleh lah tapi gak harus memblokade jalan arteri/tol. Gak kasian apa sama orang yang buru-buru atau orang yang segera ditunggu kedatangannya dirumah sama keluarga? Papa saya termasuk korban di aksi blokade jalan,berhubung beliau kerja di kawasan Senayan. Kata mama saya kalo orang emosi pasti gitu,tapi gak harus (maaf) 'lebay' gitu dong?Pake acara ngerusak pagar pembatas dan terus pagarnya dibakar. Kan kasian negara keluar uang lagi buat ngebenerin pager?ya gak?
Bapak/Ibu Polisi juga (mungkin terutama bapak) Biasanya mahasiswa/rakyat sipil lain kalo udah emosi pasti jadi overact gitu,semestinya bapak polisi itu juga jangan terpancing emosi yang bakal mengakibatkan bentrok antar mahasiswa+rakyat dan polisi yang selama ini masih saya saksikan di layar kaca. Juga peristiwa kemarin,polisi menangkap jurnalis karena meliput,pakai acara pemaksaan pemberian kartu memori lagi. Kan kasian pak,tugas mereka meliput. berarti bapak polisi udah melanggar hak jurnalis dong?Saya tau pak kalo bapak&jurnalis juga sama-sama mencari uang untuk hidup tapi kan gak harus kayak gitu juga.Kami gak mau peristiwa tahun 1998 terjadi lagi. Junjunglah perdamaian di bawah naungan Sang Saka Merah Putih.
Buat teman-teman sesama rakyat yang usia nya gak jauh beda sama saya yang berkisar di bangku SD kelas 5-6,teman sesama SMP dari kelas 7-9 (Kakak yang SMA gak termasuk karena biasanya aktif) Coba deh kalian pikir,beberapa diantara kalian kan suka gak peduli sama Negara ini dgn melakukan bbrp tindakan yg sebetulnya mencoreng nama SISWA INDONESIA misalnya bergabung di geng-geng,tawuran dsb. Juga beberapa suka ngatain temennya yang kritis dengan keadaan bangsa ini (Saya dan sahabat, Aliesyanur Fauziah kebetulan korban) dengan kata-kata "Halah sok banget ngerti politik." atau "Gakpenting kali ngurusin begituan" dll. Mereka sebetulnya gak ngaca kalo MEREKA ADALAH CALON PENERUS BANGSA coba kalo calon penerus bangsa nya kaya gitu,mau di apain Indonesia ini? Mereka mayoritas ngomong begitu karena selama ini kerjaan mereka adalah pacaran dengan lebay(maaf kalo ngena) Anak zaman sekarang kerjaannya gitu. Mungkin bbrp sebagai remaja itu wajar tapi gak harus berlebihan kan? Sebagai penerus di Negara ini semestinya kita harus kritis dan merencanakan untuk membawa bangsa ini maju dan sukses dengan cara yg lebih baik daripada pemimpin kita sekarang ini. Kalo Indonesia jaya kita semua toh pasti bangga. Sebagai siswa kita harus belajar lebih baik agar bisa mencapai semua harapan untuk memajukan Indonesia. Kita bersatu di bawah naungan Merah Putih untuk jaya. Mempertahankan Pancasila sebagai pondasi Bangsa. Hidupkan kembali persatuan dan kedamaian di Bumi kita,Bumi Pertiwi.~.

Ps:
Kalau ada yang merasa tersindir ya mohon maaf. Saya disini  menyampaikan pendapat saya sebagai salah satu WNI. Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya juga hanyalah bocah berumur 13 tahun,tetapi saya kritis dengan Bangsa. Dan saya berani berbicara seperti ini untuk memudahkan cita-cita yang tertanam di diri saya dari kelas 2 SD,yaitu menjadi salah satu penggerak roda pemerintahan di Tanah Air. Terimakasih dan Wassalamualaikum Wr. Wb.

1 comments:

Bella Nur Saffarah said...

Maaf banget buat yang merasaa~

 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0