Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pepohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
-Chairil Anwar
Sunday, April 8, 2012
Hampa
Posted by Bella Nur Saffarah at 10:50 AM 0 comments
Labels: Puisi
Kemantapan Hati
Gue berpikir keputusan gue untuk melepaskan 'someone' adalah yang terbaik. Temen gue, Salsa juga berpikiran yang sama kaya gue. Walaupun gue berpikir cukup lama hingga akhirnya fix,yang pasti I'll let him go
Kaya kata puisinya Tita
"Cinta itu seperti kupu-kupuDan gue...
Tambah dikejar tambah lari
tapi kalau kita membiarkannya terbang
dia akan datang lagi saat kita tak menginginkannya"
setuju banget sama puisi itu.
Gue mantapkan hati, berniat
Akhirnya I can let him go~
Posted by Bella Nur Saffarah at 9:29 AM 0 comments
Friday, April 6, 2012
Untitled
Sorry ya guys. Gue gak ada niat sebetulnya buat menggalau di blog. Tapi,mau gimana lagi?-_-
Keadaannya lagi pas banget. Puisinya juga diciptakan sama orang dengan nama tengah yang sama dengan yang ingin dilepaskan.....
Thanks buat Fafa Fadel dan Dipta yang udah pulang bareng dari veld dan udah ngasih petuah yang keren.
Posted by Bella Nur Saffarah at 3:32 PM 0 comments
Bayangan Semu
Di depanku kau selalu hadirkan semu
Kasat tentang perasaanmu,,,
Kau rancang sebuah cerita yang bisa buatku gila
Kau hadirkan ruang terang dengan cahayamu
Tapi justru buatku kegelapan di siang ini
Kau juga hadir di malamku dengan rembulan
tapi sekilas saja kau tampakan,
Karena setelah itu kau sembunyi dalam kabut hitam
Akhirnya benar-benar hilang terhalang hujan,,,
Kau benar-benar hilang tanpa kenangan
dan tanpa hal yang harus ku kenang…
Posted by Bella Nur Saffarah at 2:20 PM 0 comments
Labels: Puisi